(Doc Pascasarjana Unilak)
Nusantarareport.com, Pekanbaru- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan praktik kerja industri terstruktur dalam pendidikan vokasi dengan mengadopsi sistem pendidikan vokasi ganda (dual system) ala Swiss. Kebijakan ini bertujuan memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri agar lulusan pendidikan kejuruan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, akademisi menilai bahwa praktik kerja industri yang terstruktur merupakan kebutuhan mendesak dalam pendidikan vokasi, khususnya di tengah tantangan transformasi teknologi dan dinamika ketenagakerjaan. Kepala Program Studi Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning, Dr. Rizki Novendra, M.M.SI., MTA, menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan kebutuhan nyata dunia industri.
“Praktik kerja industri yang terstruktur memungkinkan peserta didik memperoleh keterampilan yang relevan dengan industri sekaligus mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik kerja secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan praktik kerja industri terstruktur tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta didik, tetapi juga membentuk kesiapan mereka dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja yang semakin menekankan penguasaan teknologi dan kemampuan adaptasi. Hal ini selaras dengan kebijakan nasional yang mendorong pendidikan vokasi agar tidak tertinggal dari perkembangan industri.
Namun demikian, ia menyoroti bahwa tantangan utama dalam implementasi pendidikan vokasi saat ini adalah membangun kemitraan yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan sektor industri. Perkembangan teknologi yang cepat kerap membuat kurikulum pendidikan kejuruan tertinggal jika tidak diperbarui secara berkala.
“Diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara dunia pendidikan, industri, dan dukungan kebijakan pemerintah agar kurikulum vokasi selalu selaras dengan tuntutan pasar kerja yang dinamis,” tambahnya.Ia juga menekankan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkelanjutan serta peningkatan kompetensi pendidik vokasi melalui pengembangan profesional.

Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan nasional dan implementasi di lembaga pendidikan, praktik kerja industri terstruktur diharapkan mampu menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (T/FSY)
Aliqu justo et labore at eirmod justo sea erat diam dolor diam vero kasd
JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.
+62 8236 4494 652
nusantarareport2024@gmail.com
© nusantarareport.com. All Rights Reserved.