Nusantara Report
Riau

Inovasi Menjawab Tantangan Perubahan Iklim,Akademisi dan Praktisi Dunia Bersatu di IES 2025 UNILAK

Pendidikan Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:37 WIB  |    Reporter : Rd   Redaktur : Redaksi Fsy  
Inovasi Menjawab Tantangan Perubahan Iklim,Akademisi dan Praktisi Dunia Bersatu di IES 2025 UNILAK

(Doc Pascasarjana Unilak)

 

NUSANTARAREPORT, Pekanbaru, 30 Oktober 2025 Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) sukses menggelar International Eco-Harmony Summit (IES) 2025, yang berlangsung di lantai 3 kampus Sekolah Pascasarjana UNILAK. Acara bertema "Green Transitions and Innovations for a Sustainable Tomorrow" ini mengumpulkan akademisi dan praktisi terkemuka dari dalam dan luar negeri sebagai narasumber utama.

Rektor UNILAK, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., membuka acara melalui sambutan video yang menegaskan komitmen kuat UNILAK untuk terus mendukung inovasi dan riset berkelanjutan. “Kami percaya inovasi hijau adalah kunci untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Wakil Dekan III Sekolah Pascasarjana UNILAK, Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc., yang mewakili Dekan, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya summit sebagai platform strategis untuk pertukaran ilmu dan kolaborasi riset lintas negara. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berkontribusi dalam mencari solusi inovatif yang membawa dampak positif.

Tahun ini, jumlah peserta meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya, dengan kehadiran delegasi dari berbagai negara, antara lain Perancis, Indonesia, Jepang, Uganda, Mesir, Pakistan, Afganistan, Sudan Selatan, Turki, Nigeria, dan Madagaskar. Hal ini menegaskan daya tarik dan relevansi global dari acara yang digelar UNILAK ini.

Acara menghadirkan beberapa narasumber internasional bergengsi. Prof. Amar Abderrahmani dari University of Lille, Prancis, mengulas inovasi teknologi hijau yang efektif memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial.

Selanjutnya, Prof. Rabah Boukherroub, Research Director CNRS dari University of Lille, berbagi riset terbaru terkait pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan melalui konsep ekoharmoni. Di sesi terakhir keynote, Prof. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Jepang, memaparkan strategi adaptasi perubahan iklim dengan pendekatan multidisipliner.

Selain keynote speech, summit menggelar sesi paralel dengan presentasi riset unggulan dalam bidang agroekologi, bioenergi, pengelolaan limbah, dan teknologi ramah lingkungan dari para akademisi dan praktisi muda.

Tiga presenter terbaik yang diumumkan adalah Andy Bhermana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Anisa Mutamima dari Universitas Riau (UNRI), dan Megawati Suharsono Putri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi signifikan mereka dalam menyajikan penelitian yang tidak hanya inovatif tetapi juga aplikatif, yang mampu memberikan dampak nyata dalam bidang keberlanjutan dan ekoharmoni.

Menurut Dr. Indra Purnama, “Summit ini diharapkan menjadi momentum penting bagi akademisi dan praktisi untuk bersama-sama mendorong inovasi yang membawa manfaat besar bagi bumi kita.” Dengan semangat kolaborasi global dan komitmen terhadap ekoharmoni, Sekolah Pascasarjana UNILAK menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi masa depan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. (Rd/Fsy)

Laporan : Rd
Redaktur : Redaksi Fsy



Komentar

Hubungi Kami

JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.

+62 8236 4494 652

nusantarareport2024@gmail.com

Follow Us
Redaksional

© nusantarareport.com. All Rights Reserved.