(Doc Pascasarjana Unilak)
NUSANTARAREPORT.COM, Pekanbaru - Dalam Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) "tidak perlu ahli gizi" sempat menimbulkan kontroversi dan beragam reaksi dari masyarakat luas. Ungkapan tersebut menjadi perbincangan hangat karena menyangkut program penting dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Namun, pada 16 November 2025, Cucun angkat bicara langsung dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, meluruskan maksud ucapannya dan menegaskan kembali bahwa peran ahli gizi dalam MBG sangatlah penting. Cucun menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang timbul. Ia menegaskan bahwa ia tidak menolak profesi ahli gizi, melainkan lebih menyoroti permasalahan teknis di lapangan terkait pengawasan dan pelaksanaan MBG. Menurut Cucun, dalam sebuah forum resmi, ada usulan agar jabatan pengawas di program MBG juga bisa diisi oleh tenaga terlatih dari latar belakang lain yang memiliki sertifikasi singkat. Namun, ia tetap menghargai dan memperjuangkan peran utama ahli gizi dalam menjalankan program tersebut. Selain itu, Cucun aktif melakukan dialog dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG ke depan.
Assoc. Prof. Dr. Mulono Apriyanto, S.T.P., M.P., pakar ilmu pangan sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Pertanian Universitas Lancang Kuning (UNILAK), menekankan bahwa peran ahli gizi sangat vital untuk keberhasilan program makan bergizi. “Program MBG adalah solusi nyata untuk memperbaiki status gizi masyarakat. Namun, tanpa adanya ahli gizi yang kompeten, kualitas program ini bisa menurun. Ahli gizi bertugas sebagai penjaga amanah negara dalam meningkatkan kesehatan publik melalui pola makan sehat,” jelas Dr. Mulono.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, DPR, dan semua pemangku kepentingan, termasuk para ahli gizi, merupakan kunci agar program ini berhasil dan memberikan dampak positif jangka panjang.
Polemik ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas profesi untuk program strategis seperti MBG. Klarifikasi dari Cucun Ahmad menggarisbawahi bahwa pemahaman bersama harus terus dijaga agar program bisa berjalan dengan baik. Dukungan penuh kepada tenaga ahli gizi menjadi kunci bagi masa depan gizi yang lebih baik untuk generasi muda Indonesia.( rd/fsy)
Aliqu justo et labore at eirmod justo sea erat diam dolor diam vero kasd
JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.
+62 8236 4494 652
nusantarareport2024@gmail.com
© nusantarareport.com. All Rights Reserved.