(Doc Pascasarjana Unilak)
Nusantarareport.com, Pekanbaru- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di berbagai daerah. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diatasi, terutama dalam hal keamanan pangan.
Assoc. Prof. Dr. Mulono Apriyanto, S.T.P., M.P., pakar ilmu pangan dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Pertanian di Universitas Lancang Kuning (UNILAK), menekankan pentingnya perbaikan manajemen pengelolaan makanan secara menyeluruh. "Pengelolaan mulai dari seleksi bahan baku, proses pengolahan yang mengacu pada standar HACCP, hingga distribusi makanan harus diawasi ketat untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan," ujarnya pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Dr. Mulono menjelaskan bahwa kendala utama adalah kurangnya tenaga yang tersertifikasi HACCP dan minimnya pengetahuan teknis tentang proses pengolahan dan distribusi yang benar. "Tim penjamah makanan harus mendapatkan pelatihan dan sertifikasi yang memadai agar mampu menjalankan protokol keamanan pangan dengan tepat," tambahnya.
.jpg)
Untuk meningkatkan efektivitas program, Dr. Mulono menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku lapangan. "Pendidikan berkelanjutan dan evaluasi rutin harus menjadi bagian integral dari program agar MBG dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Dengan upaya perbaikan yang sudah mulai dijalankan dan komitmen kuat dari berbagai pihak, diharapkan Program MBG akan semakin baik, aman, dan berdampak positif dalam memberikan asupan gizi yang layak bagi generasi muda bangsa. (Rd/Fsy)
Aliqu justo et labore at eirmod justo sea erat diam dolor diam vero kasd
JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.
+62 8236 4494 652
nusantarareport2024@gmail.com
© nusantarareport.com. All Rights Reserved.