(Doc Pascasarjana Unilak)
Nusantarareport.com, Pekanbaru - Di balik pesona alamnya yang luar biasa, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kini terancam oleh alih fungsi lahan menjadi kebun sawit ilegal. Dari luas awal yang mencapai 81.739 hektar, hutan alami ini kini hanya tersisa sekitar 12.561 hektar. Ribuan keluarga yang tinggal di sekitar hutan ini menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan kebutuhan hidup sehari-hari dengan upaya konservasi alam.
Dr. Trio Saputra, S.Psi., (tautan tidak tersedia), Kaprodi Magister Kebijakan Publik Universitas Lancang Kuning (Unilak), mengungkapkan bahwa akar permasalahan TNTN tidak hanya terletak pada aktivitas ilegal, tetapi juga pada kurangnya pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan. "Masyarakat lokal harus menjadi mitra sejati dalam pengelolaan kawasan, bukan hanya pendukung program," kata Dr. Trio.
Banyak warga yang telah tinggal di TNTN selama puluhan tahun dan memiliki dokumen kepemilikan lahan merasa khawatir dengan rencana relokasi yang dianggap tidak adil dan mengancam kehidupan mereka. DPR telah menolak rencana relokasi dan menghimbau pendekatan dialog dan pemberdayaan.

Penelitian Dr. Trio juga menyoroti beberapa kendala dalam upaya konservasi, seperti dominasi pemerintah pusat yang terlalu kuat, kurangnya pelibatan masyarakat dan LSM, serta kurangnya manfaat ekonomi bagi warga sekitar. "Kita perlu pendekatan yang lebih holistik, dengan memadukan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas," tambah Dr. Trio.
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia menekankan pentingnya pelestarian ekosistem TNTN sebagai tanggung jawab bersama. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan jajarannya menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak dan pelibatan masyarakat lokal untuk mencapai konservasi yang efektif dan berkelanjutan.
TNTN adalah rumah bagi flora dan fauna yang unik dan tak tergantikan. "Penyelamatan Tesso Nilo bukan hanya soal administrasi atau hukum, tapi tanggung jawab moral untuk menjaga warisan ekologis agar anak cucu kita dan satwa langka dapat terus hidup di sini," tutup Dr. Trio. (Rd/Fsy)
Aliqu justo et labore at eirmod justo sea erat diam dolor diam vero kasd
JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.
+62 8236 4494 652
nusantarareport2024@gmail.com
© nusantarareport.com. All Rights Reserved.