(Doc Pascasarjana Unilak)
Nusantarareport.com, Pekanbaru-pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua kini menjadi sorotan para akademisi yang menelaahnya dari sudut pandang ekonomi lingkungan dan keberlanjutan.
Dosen Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lancang Kuning, Dr. Anto Arianto, S.Si., M.Si menilai bahwa kelapa sawit memiliki peluang strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional, terutama sebagai sumber biodiesel yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Dari sudut pandang ekonomi, kelapa sawit memiliki potensi untuk menjadi sumber energi terbarukan, terutama biodiesel, yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, industri sawit juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan sawit tidak dapat dilepaskan dari konsekuensi lingkungan yang menyertainya. Dalam perspektif akademis, terdapat trade-off yang harus diperhitungkan secara matang antara manfaat ekonomi dan risiko ekologis.
“Papua dengan hutan tropisnya yang masih terjaga memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati global serta berfungsi sebagai penyerap karbon yang vital. Pengembangan kelapa sawit yang tidak terkendali berpotensi menyebabkan deforestasi, hilangnya habitat alami, dan memperparah dampak perubahan iklim,” jelasnya.
Menurutnya, setiap kebijakan dan perencanaan pembangunan sawit di Papua harus disusun secara hati-hati dengan memastikan bahwa pemanfaatan lahan tidak merusak kawasan hutan tropis yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Pendekatan ramah lingkungan, seperti pemanfaatan lahan terdegradasi atau area yang tidak mengganggu ekosistem hutan, dinilai perlu menjadi prioritas.
Selain aspek lingkungan, Dr. Anto juga menekankan pentingnya komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dalam industri sawit.
“Keberlanjutan industri sawit harus didukung oleh sertifikasi yang telah teruji, seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), agar produksi sawit tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan adil secara sosial,” tambahnya

Ia berharap, dengan pendekatan yang tepat, pengembangan kelapa sawit di Papua dapat berjalan seimbang antara kepentingan energi, ekonomi lokal, dan perlindungan lingkungan.
“Dengan perencanaan yang matang, sawit dapat menjadi solusi bagi energi terbarukan dan perekonomian, sekaligus tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan jangka panjang,” tutupnya. (Rd/Fsy)
Aliqu justo et labore at eirmod justo sea erat diam dolor diam vero kasd
JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.
+62 8236 4494 652
nusantarareport2024@gmail.com
© nusantarareport.com. All Rights Reserved.