Nusantara Report
Riau

Dari Bumi Melayu ke Negeri Sakura: Bagaimana Riset Unilak Bisa Menembus Jepang?

Internasional Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:26 WIB  |    Reporter : Rd   Redaktur : Redaksi Fsy  
Dari Bumi Melayu ke Negeri Sakura: Bagaimana Riset Unilak Bisa Menembus Jepang?

(Doc Pascasarjana Unilak)

Nusantarareport.com, Tokyo, Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus memperluas kiprahnya di kancah internasional melalui riset pertanian tropis yang menembus Jepang. Tim dosen dan mahasiswa Program Magister Ilmu Pertanian (MIP) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) sebagai bentuk komitmen Unilak dalam memperkuat kolaborasi global dan pengembangan riset pertanian tropis berkelanjutan (19 Oktober 2025).

 

Tim yang beranggotakan Dr. Eng. H. Indra Purnama, M.Sc., Dr. Yuliana Susanti, S.P., M.Si., Dr. Hermiza Mardesci, S.TP., M.P., Fawzia Novianti, S.P., M.Sc., Ph.D., serta dua mahasiswa, Suraj Prakash Singh dan Nasruddin, memaparkan hasil penelitian tentang pemanfaatan biomassa untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman tropis. Kegiatan dalam bentuk sharing session dan knowledge exchange ini mendapat respons positif dari peserta internasional asal Peru, Thailand, Jepang, dan Indonesia, karena dianggap relevan untuk menjawab tantangan pertanian tropis sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Menurut Dr. Indra Purnama, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan hasil riset lokal ke panggung global. Ia menegaskan bahwa inovasi biomassa yang dikembangkan timnya memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pengendalian hama di kawasan tropis serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

 

Sementara itu, Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan tim dosen dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kemajuan nyata Unilak menuju universitas berkelas dunia, dengan dosen dan mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat global. Dukungan serupa juga disampaikan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd., yang menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan langkah penting memperluas jejaring riset serta publikasi internasional.

 

Dari pihak TUAT, Prof. Ken Komatsu menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut kerja sama lintas negara semacam ini sangat penting untuk memperkuat jejaring akademik global. Menurutnya, wawasan dan pengalaman riset dari Indonesia, khususnya di bidang pertanian tropis, memberikan nilai tambah dan perspektif berharga bagi perkembangan ilmu pertanian di Jepang. Melalui kegiatan ini, Unilak menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam skala global demi melahirkan inovasi ilmiah yang bermanfaat bagi dunia. (Rd/Fsy)

 

Laporan : Rd
Redaktur : Redaksi Fsy



Komentar

Hubungi Kami

JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.

+62 8236 4494 652

nusantarareport2024@gmail.com

Follow Us
Redaksional

© nusantarareport.com. All Rights Reserved.