Nusantara Report
Riau

Teknologi Biochar Karya UNILAK dan Jepang, Harapan Baru bagi Petani Sawit Riau

Ekbis Senin, 27 Oktober 2025 - 21:15 WIB  |    Reporter : Rd   Redaktur : Redaksi Fsy  
Teknologi Biochar Karya UNILAK dan Jepang, Harapan Baru bagi Petani Sawit Riau

(Doc Pascasarjana Unilak)

Nusantarareport.com, Pekanbaru – Upaya meningkatkan produktivitas sawit rakyat di Riau kini mendapat angin segar. Universitas Lancang Kuning (UNILAK) resmi menjalin kerja sama dengan startup inovatif asal Tokyo, TOWING Co., Ltd., untuk mengembangkan teknologi biochar, inovasi ramah lingkungan yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan menekan emisi karbon pada perkebunan sawit. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di provinsi penghasil sawit terbesar di Indonesia.

Kerja sama ini berawal dari ketertarikan TOWING terhadap riset yang dilakukan oleh Dr. Indra Purnama, Dosen sekaligus Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana UNILAK yang juga merupakan Ketua Pusat Riset Lingkungan Hidup dan Pertanian Tropis Berkelanjutan (E-STAR). Dalam penelitian sebelumnya, Dr. Indra mengembangkan teknologi biochar dan wood vinegar yang terbukti mampu meningkatkan kualitas tanah secara signifikan. Setelah serangkaian diskusi daring, tim TOWING akhirnya melakukan kunjungan langsung ke UNILAK dan lokasi perkebunan sawit untuk rencana uji coba lapangan pada 20–26 Oktober 2025.

Menurut Dr. Indra, teknologi ini menawarkan terobosan besar bagi petani sawit rakyat. "Teknologi biochar yang dikembangkan TOWING dan tim Unilak merupakan terobosan luar biasa dalam pengelolaan lahan sawit. Dengan kemampuan memperbaiki kesuburan tanah dalam waktu singkat dan berkelanjutan, teknologi ini berpotensi meningkatkan produktivitas sawit rakyat secara signifikan. Kami sangat optimis kolaborasi ini akan membuka jalan bagi inovasi pertanian yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan demi mendukung kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah." jelasnya. Ia optimistis kolaborasi ini akan menjadi contoh penerapan riset nyata yang berpihak pada kesejahteraan petani dan ekonomi daerah.

Teknologi biochar sendiri berfungsi memperbaiki struktur tanah, menahan unsur hara, dan mengurangi jejak karbon dari aktivitas perkebunan. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat membantu petani menghemat pupuk, menjaga kelembapan lahan, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas sawit secara berkelanjutan.

Kolaborasi UNILAK dan TOWING bukan hanya mempertemukan ilmu pengetahuan dan teknologi dari dua negara, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan inovasi pertanian hijau. Penelitian ini diharapkan menjadi model pengembangan agribisnis modern di Riau menjembatani riset akademik dengan kebutuhan nyata petani untuk masa depan sawit rakyat yang lebih produktif dan berkelanjutan. (Rd/Fsy)

 

Laporan : Rd
Redaktur : Redaksi Fsy



Komentar

Hubungi Kami

JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau.

+62 8236 4494 652

nusantarareport2024@gmail.com

Follow Us
Redaksional

© nusantarareport.com. All Rights Reserved.