Nusantara Report
Iklan Lebaran Presiden Prabowo oke 2026
Bengkalis, Riau

Sidak, APIP Bapanas Temukan Beras Premium di Bengkalis Dijual di Atas HET

Bengkalis Jumat, 27 Maret 2026 - 15:42 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Sidak, APIP Bapanas Temukan Beras Premium di Bengkalis Dijual di Atas HET

Perwakilan APIP Bapanas, Hendrawan, menyebutkan sidak ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga pangan secara menyeluruh di berbagai daerah. (Foto Istimewa)

BENGKALIS - Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kabupaten Bengkalis pada 26 hingga 27 Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan pasca Hari Raya Idulfitri.

Perwakilan APIP Bapanas, Hendrawan, menyebutkan sidak ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga pangan secara menyeluruh di berbagai daerah.

“Kehadiran kami dalam rangka sapu bersih pengendalian harga pangan pasca Lebaran. Sebelumnya kami juga melakukan pemantauan di Pekanbaru dan Kepulauan Meranti,” ujarnya saat meninjau Pasar Terubuk Bengkalis, Jumat (27/3/2026).

Dari hasil pemantauan, secara umum harga pangan di Bengkalis masih dalam kondisi terkendali. Namun, tim menemukan adanya penjualan beras premium yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.400 per kilogram.

Menurut Hendrawan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh faktor biaya distribusi, terutama transportasi dan bongkar muat.

“Bengkalis termasuk wilayah 3T, sehingga ada tambahan biaya seperti transportasi laut dan upah angkut. Namun kenaikan ini masih dalam batas toleransi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, koordinasi antara Badan Pangan Nasional dengan instansi daerah berjalan cukup baik dalam menjaga stabilitas harga. Di antaranya bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Bulog Bengkalis.

Dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga, Bulog juga telah menyalurkan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp65.000 per kemasan. Selain itu, minyak goreng “Minyak Kita” juga tersedia dengan harga Rp15.700 per kilogram.

Iklan Lebaran Pemrov Riau 2026

Hendrawan mengimbau agar pemantauan harga terus dilakukan secara rutin, mulai dari pasar tradisional hingga tingkat pengecer.

“Kami minta pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar harga tetap terkendali dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda Disdagperin Bengkalis, Marliya, mengatakan pihaknya bersama tim telah melakukan pemantauan di empat titik, meliputi agen, distributor, pasar tradisional, hingga pasar modern.

“Lokasi pemantauan di antaranya Pasar Terubuk, swalayan di kawasan Pacceka, serta sejumlah pengecer. Kami menemukan ada komoditi beras yang dijual di atas HET di salah satu swalayan,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, Disdagperin Bengkalis langsung memberikan surat teguran kepada pihak terkait.

“Kami sudah memberikan teguran resmi yang ditandatangani Kepala Dinas dan diketahui oleh tim APIP Bapanas,” jelas Marliya.

Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan hasilnya dilaporkan secara daring kepada APIP Bapanas.

“Pemantauan akan terus kami intensifkan untuk memastikan harga tetap stabil,” pungkasnya. (MNA/MCR)

 

 

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam



Komentar

Hubungi Kami

JL Kampar Gg.Kampar IV, RT.04/RW.03, Kel.Tanjung Rhu, Kec.Lima Puluh, Pekanbaru-Riau. dekstop

+62 8236 4494 652

nusantarareport2024@gmail.com

Follow Us
Redaksional

© nusantarareport.com. All Rights Reserved.